25 April 2012
Konsep Dasar Sistem
Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan yaitu menekankan
pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.
Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk
melakukan sasaran yang tertentu.
Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan
urutan-urutan operasi didalam sistem.
Prosedur adalah urutan-urutan operasi yang biasanya melibatkan beberapa
orang didalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin
penanganan yang seragam dari tansaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Definisi-definisi prosedur :
Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi
yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang
mengerjakan, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya
mendefinisikan sistem sebagai :
Sistem adalah kumpulan-kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Karateristik sistem yang baik :
1. Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi,
yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem
terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2. Batasan sistem (boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan
sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini
memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu
sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan luar sistem (environment)
Lingkungan luar sistem (environment) adalah diluar batas dari sistem yang
mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang
harus tetap dijada dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau
tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4. Penghubung sistem (interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsitem dengan
subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya
mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsitem akan
menjadi masukkan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.
5. Masukkan Sistem (input)
Masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa
perawatan (maintenace input), dan masukkan sinyal (signal input). Maintenace
input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Signal input
adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem
komputer program adalah maintenance input sedangkan data adalah signal input
untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran sistem (output)
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi
keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan
panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran
yang dibutuhkan.
7. Pengolah sistem
Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi
keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem
akuntansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.
8. Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari
sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan
dihasilkan sistem.
Klasifikasi sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang :
1. Klasifikasi sistem sebagai :
• Sistem abstrak (abstract system)
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide
yang tidak tampak secara fisik.
• Sistem fisik (physical system)
Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai :
• Sistem alamiyah (natural system)
Sistem alamiyah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat
oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.
• Sistem buatan manusia (human made system)
Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang
melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).
3. Sistem diklasifikasikan sebagai :
• Sistem tertentu (deterministicl system)
Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat dirmalkan.
• Sistem tak tentu (probalistic system)
Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai :
• Sistem tertutup (close system)
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan
dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur
lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak
ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed
system.
• Sistem terbuka (open system)
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan
luar atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan
luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.
Konsep Dasar Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian
(event) adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu.
Siklus Informasi
Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan model proses yang
tertentu.
Misalkan suhu dalam fahrenheit diubah ke celcius.
Dalam hal ini digunakan model matematik berupa rumus konversi dari derajat
fahrenheit menjadi satuan derajat celcius. Data yang diolah melalui suatu model
menjadi informasi, kemudian penerima menerima informasi tersebut, yang berarti
menghasilkan keputusan dan melakukan tindakan yang lain yang akan membuat
sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali
lewat suatu model dan seterunya yang disebut dengan siklus informasi (information
cycle). Siklus ini juga disebut dengan siklus pengolahan data (data processing
cycles).
Kualitas Informasi (quality of information)
Kualitas informasi terdiri dari 3 hal yaitu :
1. Informasi harus akurat (accurate)
Informasi harus akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan
tidak bias atau menyesatkan.
2. Tepat pada waktunya (time liness)
Tepat pada waktunya berarti informasi yang datang pada pemerima tidak boleh
terlambat. informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
3. Relevan (relevance)
Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.
Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
Nilai Informasi (value of informastion).
Nilai informasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.
Suatu informasi dikatakan lebih bernilai jika manfaatnya lebih efektif dibandingkan
dengan biaya mendapatkannya.
Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang dibutuhkan.
Konsep Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok
bangunan (building block) yaitu :
a. Blok masukkan (input block)
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk
metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan
dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
b. Blok model (model block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang
sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan.
c. Blok keluaran (output block)
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang
berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen
serta semua pemakai sistem.
d. Blok teknologi (technologi block)
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu
pengendalian diri secara keseluruhan.
Teknologi terdiri dari unsur utama :
• Teknisi (human ware atau brain ware)
• Perangkat lunak (software)
• Perangkat keras (hardware)
e. Blok basis data (data base block)
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya.
f. Blok kendali (control block)
Banyak faktor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api,
temperatur tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu
sendiri, kesalahan-kesalahan ketidakefisienan, sabotase dan sebagainya. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan
dapat langsung diatasi.
Tujuan Umum Pengembangan Sistem
Perlunya pengembangan sistem
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan
sistem lama secara keseluruan atau memperbiki sistem yang telah ada.
Sistem lama perlu diperbaiki atau diganti karena beberapa hal :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul dari sistem lama, misalnya :
a. Ketidakberesan
Ketidakberesan dalam sistem lama menyebabkan sistem lama tidak beroperasi
sesuai dengan yang diharapkan.
b. Pertumbuhan organisasi
Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang
semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip
akuntansi.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Organisasi mulai merassakan kebutuhan sistem informasi sehingga dapat
mendukung proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen.
3. Adanya instruksi
Penyusunan sistem baru karena adanya instrusi-instruksi dari atasan atau luar
organisasi misalnya aturan pemerintah.
Dengan adanya pengembangan sistem dari yang lama ke baru diharapkan terjadi
peningkatan-peningkatan sistem yang baru antara lain :
Performance (kinerja), kinerja sistem beru lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari
jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Respon time adalah
rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah
dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.
Information (informasi), peningkatan kualitas informasi yang disajikan.
Economy (ekonomi), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungankeuntungan
atau penurunan biaya yang terjadi.
Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi
dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan yang akan terjadi.
Eficiency, peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan
ekonomis, ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan,
efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumberdaya tersebut digunakan dengan
pemborosan yang minimum.
Service (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.
Prinsip pengembangan sistem
Prinsip-prinsip pengembangan sistem antara lain :
a. Sistem yang dikembangkan adalah untuk menajemen informasi dari sistem yang
digunakan oleh manajemen, sehingga dapat mendukung kebutuhan yang
diperlukan oleh manajemen.
b. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar, setiap investasi
harus mempertimbangkan :
Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
Investasi yang terbaik harus bernilai atau menguntungkan.
c. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang terdidik.
d. Tahapan dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan.
e. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.(bersama-sama).
f. Jangan takut membatalkan proyek.
g. Dokumentasi harus ada untuk pedoman pengembangan sistem.
Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Life Cycle)
Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu
direncanakan sampai sistem itu diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi
sistem yang sudah dikembangkan masih-masih timbul permasalahan-permasalahan
yang tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem maka perlu dikembangkan
kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang
pertama. Siklus ini disebut siklus hidup pengembangan sistem yang digunakan untuk
mengembangkan tahapan utama dab langkah-langkah dalam tahapan tersebut dalam
proses pengembangannya. Ide dari System Life Cycle adalah sederhana dan masuk
akal. Tahapan utama siklus hidup pengembangan system terdiri dari :
a. Tahapan perencanaan (System Planning)
b. Analisis Sistem (System Analisis)
c. Desain Sistem (System Design)
d. Seleksi System (System Selection)
e. Implementasi System (System Implementation)
f. Perawatan System (Maintenance System)
Pendekatan Pengembangan System
Beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem :
1. Pendekatan Klasik lawan Pendekatan Terstruktur
a. Pendekatan Klasik (Clasical Approach)
Adalah pendekatan dalam pengembangan sistem yang mengikuti tahapantahapan
di Sistem Life Cycle tanpa dibekali oleh alat-alat dan teknik-teknik
yang memadai.
Beberapa permasalahan yang timbul di pendekatan klasik
Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal
Kemungkinan kesalahan besar.
Keberhasilan sistem kurang terjamin.
Masalah dalam penerapan sistem.
b. Pendekatan Terstruktur
Pendekatan Terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik
yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem sehingga hasil akhir dari sistem
yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan
dengan baik dan jelas.
2. Pendekatan Sepotong lawan Pendekatan Sistem
Pendekatan Sepotong (Piecemeal Approach ) merupakan pendekatan
pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi
tertentu saja. Kegiatan atau aplikasi yang dipilih dikembangkan tanpa
memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tanpa memperhatikan sasaran
keseluruhan dari organisasi.
Pendekatan Sistem (Systems Approach) memperhatikan sistem informasi sebagai
satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.
Pendekatan sistem ini juga menekankan sasaran dari sistem informasi itu saja.
3. Pendekatan bawah-naik lawan Pendekatan atas-turun
Pendekatan bawah naik (bittom-up approach) dimulai dari level bawah organisasi,
yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari
perumusan-perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level
atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.
Pendekatan ini yang merupakan ciri-ciri pendekatan klasik.
Pendekatan atas turun (top-down approach) dimulai dari level atau organisasi,
yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan
sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya adalah dilakukannya
analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan maka
proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output-input basis data,
prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri
dari pendekatan terstruktur.
4. Pendekatan System Menyeluruh lawan Pendekatan Modular
Pendekatan sistem menyeluruh (total system approach) merupakan pendekatan
yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
Pendekatan Modular (modular approach) memecah sistem yg rumit menjadi
beberapa bagian atau modul-modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih
mudah dipahami dan dikembangkan. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan dapat
dikembangkan tepat waktu yang telah direncanakan, mudah dipahami oleh
pemakai sistem dan mudah dipelihara.
5. Pendekatan Lompatan Jauh lawan Pendekatan Berkembang
Pendekatan lompatan jauh (great loop approach) menerapkan perubahan
menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Pendekatan ini
mengandung resiko, karena teknologi komputer cepat berkembang dan juga
terlalu mahal karena memerlukan investasi seketika untuk semua teknologi yang
digunakan.
Pendekatan berkembang (evolutionary approach) menerapkan teknologi canggih
hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan akan terus
dikembangkan untuk periode berikutnya.
Analisis Sistem dan Pemrogram
Analisis sistem (system analis) adalah organisasi yang menganalisis sistem
(mempelajari masalah-masalah yg timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan
pemakai sistem) untuk mengidentifikasi pemecahan yang beralasan.
Pemrogram (programmer) adalah orang yang menuliskan kode program untuk suatu
aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem.
Perbedaan tugas dan tanggung jawab antara analis sistem dan pemrogram.
Pemrogram
1. Tanggung jawab pemrogram terbatas
pada pembuatan program komputer
2. Pengetahuan programmer cukup pada
teknologi komputer, sistem
komputer, utilitas dan bahasa-bahasa
program yang diperlukan
3. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis
dan harus tepat dalam pembuatan
instruksi-instruksi program
4. Pekerjaan pemrogram tidak
menyangkut hubungan dengan
banyak orang , terbatas pada sesama
pemrogram dan analis sistem yang
mempersiapkan rancang bangun
(spesifikasi) programnya.
Analis Sistem
1. Tanggung jawab analis sistem tidak
hanya pada pembuatan program
komputer saja tetapi pada sistem
secara keseluruhan
2. Pengetahuan analis sistem harus
luas, tidak hanya pada teknologi
komputer, tetapi juga pada bidang
aplikasi yang ditanganinya.
3. Pekerjaan analis sistem dalam
pembuatan program terbatas pada
pemecahan masalah secara garis
besar.
4. Pekerjaan analis sistem melibatkan
hubungan banyak orang, tidak
terbatas pada sesama analis sistem,
pemrogram, tetapi juga pemakai
sistem dan manajer.
Analisis Sistem
Analisis sistem didefinisikan
“Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian
komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang
terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya.”
Langkah-Langkah Analisis Sistem
• Identify, yaitu mengidentifikasi masalah
Mengidentifikasi/mengenal masalah merupakan langkah pertama yang
dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah/problem dapat didefinisikan
sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah
yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai.
Tugas yang harus dilakukan dalam mengidentifikasi masalah:
- Mengidentifikasi penyebab masalah:
Membuat agenda wawancara (waktu dan materi direncanakan)
Mengumpulkan hasil penelitian
• Analyze, yaitu menganalisis sistem
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil yang
telah dilakukan.
• Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
Desain Sistem
Desain sistem dapat diartikan sebagai
Tahap setelah analisis dari dari siklus pengembangan sistem penggambaran,
perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberap elemen yang
terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Desain sistem dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu desain sistem secara umum
(general system design) / konseptual desain / makro design dan desain sistem secara
terinci/ secara phisik/ desain internal.
Tujuan desain:
-Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem
-Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yg lengkap untuk
nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.
Sasaran desain:
- Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan.
- Desain system harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
- Desain sistem harus efektif dan efisien untuk dapat mendukung pengelolaan
transaksi, pelaporan manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnyayg tidak
dilakukan oleh komputer.
- Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk
masing-masing komponen.
Desain Sistem Secara Umum
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara
umum kepada user tentang system yang baru.
Pada desain sistem secara umum, komponen –komponen sistem informasi dirancang
dengan tujuan untuk mengkomunikasikan kepada user (bukan pemrogram).
Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database,
teknologi dan kontrol.
a. Desain Model Secara Umum
Analis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam
bentuk physical system dan logical model. Bagan alir system (systems flowchart)
merupakan alat yang tepat untuk digunakan menggambarkan physical system.
Simbol-simbol bagan alir sistem menunjukkan secara tepat arti fisiknya, seperti
simbol-simbol terminal, harddisk, laporan-laporan.
Logical model dari sistem informasi adalah menjelaskan kepada user bagaimana
nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logikal akan bekerja. Logical
model dapat digambarkan dengan diagram arus data (DAD).
b. Desain Output Secara Umum
Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output
dapat diklasifikasikan dalam beberapa tipe yaitu output internal dan output
eksternal. output internal adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung
kegiatan manajemen. output eksternal adalah output yang akan didistribusikan
kepada pihak luar yang membutuhkannya.
c. Desain Input Secara Umum
Alat input dapat digolongkan 2 golongan yaitu alat input langsung yang
merupakan alat input yang langsung disambungkan dengan CPU misalnya
keyboard, mouse. Alat input tak langsung yaitu alat input yang tak langsung
berhubungan dengan CPU misalnya KTC (key to card), KTP (key to tape) dan
KTD (key to disk)
Langkah-langkah desain input :
Menentukan kebutuhan input dari sistem baru
Input yang akan didesain ditentukan dari diagram arus data (DAD) sistem
baru yang telah dibuat. Input di DAD ditunjukkan oleh arus data dari kesatuan
luar ke kesatuan proses dan bentuk tampilan input dan alat input yang
ditunjukkan oleh proses pemasukkan data.
Menentukan parameter dari input
- Bentuk dari input (dialog layar)
- Sumber input
- Alat input
d. Desain Database Secara Umum
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan
yang lainnya, tersimpan disimpanan luar kompter dan digunakan perangkat lunak
tertentu untuk memanipulasinya.
Sistem basis data adalah suatu sistem yang mengintegrasikan kumpulan dari data
yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia
untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam didalam suatu organisasi.
Tipe File
1. File Induk (master file)
- File induk acuan (reference master file) yaitu file induk yang recordnya
relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya daftar mata kuliah
- File induk dinamik (dynamic master file) yaitu file induk yang nilai
record-recordnya sering berubah akibat suatu transaksi. Misalnya file
persediaan barang
2. File Transaksi (transaction file)
File transaksi yaitu file yang digunakan untuk merekam data hasil dari suatu
transaksi yang terjadi.
3. File Laporan (file output)
File laporan berisi informasi yang akan ditampilkan, biasanya untuk
mempersiapkan pembuatan laporan bila printer belum siap.
4. File Sejarah (history file)
File sejarah berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi perlu
disimpan untuk masa yang akan datang.
5. File Pelindung (Backup file)
File pelindung merupakan salinan dari file-file yang masih aktif di database
pada saat tertentu.
6. File Kerja (working file)
File kerja dibuat oleh suatu proses program secara sementara karena memori
komputer tidak mencukupi atau untuk menghemat pemakaian memori selama
proses dan akan dihapus jika proses telah selesai.
Langkah-langkah desain database secara umum :
- Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru.
Dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang dibuat.
- Menentukan parameter dari file database
• Tipe file : File induk, file transaksi dll
• Media file : Harddisk, disket, dll
• Organisasi file : organisasi database (jaringan, berjenjang, relasional)
• Field kunci
e. Desain Teknologi Secara Umum
Teknologi digunakan untuk menerima input, mennjalankan model, menyimpan
dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian
utama yaitu hardware, software dan brainware.
Langkah-langkah desain teknologi secara umum :
- Mengidentifikasi titik keputusan
- Mengidentifikasi personel-personel kunci
• Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana
sistem yg ada beroperasi.
Beberapa tugas yang perlu dilakukan yaitu :
Memahami kerja sistem yang ada
- Menentukan jenis penelitian (wawancara, observasi)
- Merencanakan jadwal penelitian
i. Mengatur jadwal wawancara
ii. Mengatur jadwal observasi
iii. Mengatur jadwal pengambilan sampel
Membuat penugasan penelitian (u/ anggota tim)
- Menentukan jenis teknologi untuk sistem baru
- Menentukan jumlah dari teknologi
f. Desain Kontrol Secara Umum
Pengendalian yang diterapkan pada sistem informasi berguna untuk mencegah
atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengendalian secara umum
o Pengendalian organisasi
o Pengendalian dokumentasi
o Pengendalian perangkat keras
o Pengendalian keamanan fisik
o Pengendalian keamanan data
o Pengendalian komunikasi
Pengendalian aplikasi
o Pengendalian masukkan
o Pengendalian pengolahan
o Pengendalian keluaran
Desain Sistem Secara Terinci
a. Desain output terinci
Pada desain output secara umum hanya dipakai untuk menentukan kebutuhan
macam output yang dibutuhkan pada sistem yang akan dikembangkan.
Sedangkan pada desain output secara terinci digunakan untuk menentukan
menentukan bentuk dari output dan bagaimana output tersebut dihasilkan,
sehingga pada desain output secara terinci hari dijelaskan cara mendapatkan
output tersebut. (Desain output)
b. Desain input terinci
Pada desain ini dimulai dengan membuat desain dokumen dasar yang akan
digunakan untuk menangkap input. Pada tahap ini didesain sebuah dokumen
yang dapat memfilter data sampah supaya tidak masuk ke dalam sistem.
(Desain Form)
c. Desain dialog layar terminal
Desain ini merupakan rancang bangun untuk percakapan antara user (pemakai
sistem) dengan komputer. Percakapan ini dapat berupa proses memasukkan
data, menampilkan output atau keduanya. (Desain menu)
d. Desain database terinci
Pada desain database secara umum dipakai untuk mengidentifikasikan
kebutuhan file-file data base oleh sistem baru, sedangkan pada desain
database secara terinci digunakan untuk menentukan isi atau struktur dari tiap
file yang telah diidentifikasikan pada dasain database secara umum.
(normalisasi)
e. Desain teknologi terinci
Sudah dilakukan pada desain secara umum, pada tahap ini telah bisa
ditentukan kebutuhan media simpan dari sistem baru yang akan
dikembangkan dengan cara dikira-kira berdasarkan isi database dari desain
database secara terinci.
f. Desain model dan kontrol secara terinci
Desain model secara terinci mendefinisikan secara rinci urut-urutan langkah
dari masing-masing proses yang digambarkan di DAD. Urut-urutan langkah
proses ini diwakili oleh suatu program komputer. Dengan demikian desain
model secara terinci juga merupakan desain program komputer. (flowchart
program)
Diagram Alir Data /DAD (Data Flow Diagram/DFD)
Diagram Alir Data sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem
yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau
lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
Simbol-simbol yang sering digunakan dalam DFD :
1. Simbol Eksternal Entiti/Pihak Luar
Merupakan lingkungan yang akan menerima output dan memberikan output.
Kesatuan luar dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada
dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari
sistem.
Simbol Eksternal Entiti/Pihak Luar :
2. Simbol Proses
Proses menunjukkan apa yang dikerjakan dalam komputer. Dalam proses bisa
berupa aturan-aturan, prosedur-prosedur atau model yang akan digunakan
untuk mengolah data.
Simbol Proses :
Kesalahan yang harus dihindari berkaitan dengan proses :
1. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output (back hole), ada
data masuk tetapi tidak ada data keluar.
2. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input (miracle).
3. Simbol Data Store/Penyimpan Data
Simpanan data merupakan file tempan penyimpanan data setelah melalui
proses.
Simbol Data Store/Penyimpan Data
4. Simbol Arus/Data Flow
Arus data dalam DAD menunjukan aliran data diantara proses, simpan data,
kesatuan luar, arus ini dapat berupa masukkan sistem atau output dari sistem.
Simbol Arus/Data Flow
Pedoman menggambar DAD
1. Identifikasi terlebih dahulu semua kesatuan luar (eksternal entiti).
2. Indentifikasi semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar.
3. Gambarlah terlebih dahulu diagram konteks (context diagram)
4. Gambarlah bagan berjenjang yang ada pada semua proses di sistem
5. Gambarlah DAD untuk overview diagram (level 0) berdasarkan proses di bagan
berjenjang.
6. Gambarlah DAD untuk level-level berikutnya yaitu level 1 dan seterusnya
ALAT-ALAT PENGEMBANGAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Tahapan Yang Akan Dilakukan :
1. Desain menu
2. Normalisasi
3. Relasi Antar Tabel
4. Kamus Data Tabel
5. DAD
6. Desain Input
7. Desain Output
8. Flowchart Sistem
9. Flowchart Program
Contoh Kasus : Desain Sistem Informasi Perpustakaan
Batasan Masalah :
Cakupan bahasan dalam perpustakaan yang secara umum terjadi adalah :
1. Pencatatan data anggota
2. Pencatatan data pegawai
3. Pencatatan data penerbit
4. Pencatatan data pengarang
5. Pencatatan data judul buku
6. Pencatatan data inventaris buku
7. Pencatatan data jenis denda
8. Pencatatan data peminjaman dan pengembalian
9. Pencatatan data denda
10. Laporan anggota baru
11. Laporan buku baru
12. Laporan buku belum kembali
13. Laporan denda
Diagram Alir Data sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem
yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau
lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
Simbol-simbol yang sering digunakan dalam DFD :
5. Simbol Eksternal Entiti/Pihak Luar
Merupakan lingkungan yang akan menerima output dan memberikan input.
Kesatuan luar dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada
dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari
sistem.
Simbol Eksternal Entiti/Pihak Luar :
6. Simbol Proses
Proses menunjukkan apa yang dikerjakan dalam komputer. Dalam proses bisa
berupa aturan-aturan, prosedur-prosedur atau model yang akan digunakan
untuk mengolah data.
Simbol Proses :
Kesalahan yang harus dihindari berkaitan dengan proses :
3. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output (back hole), ada
data masuk tetapi tidak ada data keluar.
4. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input (miracle).
7. Simbol Data Store/Penyimpan Data
Simpanan data merupakan file tempat penyimpanan data setelah melalui
proses.
Simbol Data Store/Penyimpan Data
8. Simbol Arus/Data Flow
Arus data dalam DAD menunjukan aliran data diantara proses, simpan data,
kesatuan luar, arus ini dapat berupa masukkan sistem atau output dari sistem.
Simbol Arus/Data Flow
Pedoman menggambar DAD
7. Identifikasi terlebih dahulu semua kesatuan luar (eksternal entiti).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar